Rabu, 27 Oktober 2021

Vaksin Gotong Royong

18521,  16.30  - Disaat Militer Tiongkok dan TNI AL angkat Liferaft bagian dari KRI Nanggala402, Presiden tinjau pelaksanaan vaksinasi gotong royong.

Presiden tinjau pelaksanaan vaksin gotong royong di Pabrik PT Unilever Indonesia, Tbk komplek Jababeka, Cikarang, ada 165,000 karyawan dari 19 perusahaan yang ikut vaksinasi ini.

Dalam keterangannya Presiden berharap dengan adanya vaksin gotong royong dapat menambah Herd Immunity bisa tercapai dan target 70 juta penerima vaksin dapat terwujud pada akhir Agustus atau September 2021.

Sudah ada 22,736 perusahaan yang daftar vaksin gotong royong dengan target penerimaan ada 10 juta pekerja yang tanpa dipungut biaya atau dipotong dari gaji walaupun ada perusahaan menurut laporan kumparan yang adakan cost sharing dari karyawannya.

Ndut apresiasi dengan adanya vaksin gotong royong yang dilakukan oleh perusahaan kepada karyawan agar semaksimal dalam menangkal covid19 dan produksi tetap berjalan demi bangkitnya ekonomi negeri ini.

Ndut berharap karyawan tidak dibebankan dalam hal pembayaran vaksin dengan cara potong gaji karena ini ranah perusahaan yang bertanggung jawab, kalau tidak mampu ya fasilitasi vaksin yang beredar saat ini seperti di GBK.

Ya kita nantikan apakah target 70 juta sudah tervaksin para periode Agustus-September sebagaimana yang diharapkan Presiden dapat terwujud atau harus mundur lagi, kembali kepada rakyat yang ingin vaksin atau tidak. 

Satgas KONGA Indonesia UNIFIL Kunjungi SLB Mosan Center

Puspen TNI
271021,  11.36 – Satgas Military Community Outreach Unit (MCOU) XXX-K /UNIFIL kunjungi sekolah berkebutuhan khusus Mosan Center School di Lebanon.

Program kegiatan kunjungan ke sekolah atau School Engagement ini baru dibuka kembali setelah hampir dua tahun ditiadakan karena dampak pandemi Covid-19, di mana semua sekolah di wilayah Lebanon Selatan ditutup dan hanya melaksanakan kelas online.

Sebagimana ndut baca pada laman TNI, Komandan Satgas MCOU XXX-K/UNIFIL Mayor Arm Dony Romansah beserta rombongan yakni Perwira Tactical Community Outreach Team (TCOT) MCOU Kapten Inf Bimo Prasetyo, Chief Product Development and Media Centre (PDMC) Kapten Laut (E) Agung Budhi S , Sertu Agus Dwi Pranata, Serda Veronika Pakpahan, Serda Aan Destasa, dan Serda Deni Heriandi serta penerjemah Eliana bertemu langsung dengan Kepala Sekolah Mr. Ali Charafddine.

Menurut Dansatgas MCOU Mayor Arm Dony Romansah, kegiatan ini merupakan salah satu tugas misi MCOU untuk memberikan sosialisasi dan informasi kepada siswa di sekolah-sekolah tentang peran serta UNIFIL di area misi Lebanon khususnya wilayah selatan. Demikian pula penjelasan tentang istilah blue line, blue barrel, bahaya ranjau (landmines) dan unexploded ordnance (UXO).

Guna memudahkan para murid dalam menangkap penjelasan yang disampaikan, tim menyiapkan Language Assistant (LA) sebagai penerjemah dari bahasa Inggris ke bahasa Arab (lokal) serta menayangkan video interaktif yang sudah disiapkan dalam bahasa Arab.

Di akhir kegiatan, tim membagikan souvenir berupa tas dan perlengkapan sekolah kepada para siswa yang tampak senang dan terhibur atas kunjungan Satgas ke sekolah mereka.

Untuk diketahui, MCOU (Military Community Outreach Unit) adalah Satgas Pasukan Perdamaian di bawah UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) yang memiliki mandat melaksanakan kegiatan interaksi dengan masyarakat melalui komunikasi tatap muka yang bertujuan untuk mempengaruhi dan membentuk persepsi, tingkah laku dan kebiasaan-kebiasaan tertentu masyarakat dengan sasaran komunikan atau target audience yang telah ditentukan.

Ndut apreasiasi dengan keberadaan Kontingen Garuda yang mampu bersosialisai dengan masyarakat setempat dengan memperkenalkan Indonesia lewat budaya dan juga peran Indonesia di PBB tidak diragukan kembali

Kita tahu, Indonesia adalah 10 besar penyumbang terbesar tentara perdamaian untuk PBB di wilayah konflik sejak tahun 1958 hingga hari ini tentunya menjadi kebanggaan sendiri bagi Indonesia.

Ndut berharap ini akan bertambah, mengingat Indonesia sangat dihargai di mata masyarakat setempat bahkan tidak ada catatan criminal sedikit pun apalagi tindak pelecehan dan kekerasan seksual di negara penempatan selama penugasan serta bisa menjadi jembatan atas pedamaian di wilayah konflik lewat masukannya.

Kita nantikan peran nyata Indonesia lewat tentara dan polisi perdamaian di dunia internasional dalam mendamaikan negara berkonflik agar dunia ini semakin damai dan tidak ada konflik berkepanjangan, sukses terus untuk KONGA UNIFIL Lebanon